Di tengah lonjakan serangan siber yang makin kompleks, pendekatan keamanan lama seperti VPN dan firewall tak lagi memadai. Mengapa? Karena mereka masih mengandalkan asumsi kepercayaan—seolah semua yang berada “di dalam” jaringan pasti aman.
Zero Trust hadir untuk membalik paradigma ini. Alih-alih mempercayai siapa pun secara default, Zero Trust menuntut verifikasi terus-menerus, berbasis identitas, perangkat, lokasi, dan konteks akses.
Menurut survei global, 92% profesional keamanan siber menyebut Zero Trust sebagai pendekatan paling efektif dalam menjaga keamanan jaringan. Tapi dengan begitu banyak solusi yang mengklaim Zero Trust, bagaimana memilih yang benar-benar tepat untuk organisasi Anda?
Dalam artikel ini, kami ulas 15 solusi Zero Trust terbaik di 2025 — lengkap dengan kelebihan, kekurangan, serta panduan praktis memilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan skala bisnis Anda.
1. StrongDM – Akses Aman Tanpa Henti
StrongDM tidak hanya memverifikasi pengguna saat login, tapi terus memantau setiap akses selama sesi berlangsung. Inilah konsep Continuous Authorization, yang membuat keamanan jadi aktif sepanjang waktu.
Teknologi ini memanfaatkan kebijakan berbasis konteks seperti lokasi dan kesehatan perangkat. Hasilnya, akses hanya diberikan jika semua faktor dinyatakan aman. Kebijakan bisa diatur dan diawasi dari satu tempat, membuat manajemen keamanan lebih sederhana.
StrongDM hanya tersedia dalam bentuk layanan cloud (SaaS) dan bergantung pada API untuk mengakses sumber daya. Tapi untuk perusahaan dengan tim global dan sistem modern, ini adalah solusi yang sangat kuat. Harga mulai dari $70 per pengguna per bulan.
2. Twingate – Pengganti VPN yang Lebih Cerdas
Twingate menawarkan solusi Zero Trust yang lebih cepat dan aman dibanding VPN tradisional. Instalasinya mudah tanpa perlu ubah IP, DNS, atau firewall dan bisa diterapkan dalam hitungan menit.
Alih-alih memberi akses ke seluruh jaringan, Twingate hanya mengizinkan akses ke aplikasi yang dibutuhkan. Ini jauh lebih aman. Ia juga mendukung fitur penting seperti MFA, SSO, dan integrasi dengan berbagai alat keamanan lain.
Kelemahannya, Twingate belum punya tampilan GUI untuk Linux dan audit log detail hanya tersedia untuk paket enterprise. Meski begitu, untuk organisasi yang ingin beralih dari VPN ke sistem Zero Trust dengan cepat, ini pilihan yang solid.
Baca juga : Panduan Lengkap Menggunakan Multi-Factor Authentication (MFA) untuk Keamanan Akun yang Lebih Kuat
3. JumpCloud – Satu Platform untuk Semua Akses
JumpCloud adalah platform manajemen identitas dan akses yang mendukung berbagai sistem operasi sekaligus. Cocok untuk perusahaan dengan lingkungan kerja campuran seperti Windows, Mac, dan Linux.
Dengan JumpCloud, tim IT bisa mengelola login, password, otentikasi ganda, hingga akses ke lebih dari 900 aplikasi dari satu tempat. Semuanya saling terhubung dan otomatis diperbarui saat ada perubahan data pengguna.
Namun, fitur yang lengkap ini bisa terasa rumit saat pertama kali digunakan. Perlu waktu untuk terbiasa. Tapi jika Anda mencari solusi all-in-one untuk identitas dan akses, JumpCloud adalah salah satu pilihan paling fleksibel.
4. Google BeyondCorp – Zero Trust Tanpa VPN, Langsung dari Google
BeyondCorp adalah cara Google menerapkan Zero Trust: tidak ada lagi VPN, semua akses dikontrol berdasarkan identitas dan kondisi perangkat. Solusi ini dibangun dari pengalaman internal Google, dan kini tersedia untuk publik lewat BeyondCorp Enterprise.
Yang menarik, pengguna tidak perlu menginstal agen di perangkat. Sistem hanya memerlukan browser Chrome untuk mengumpulkan data perangkat dan menentukan apakah akses boleh diberikan. Semua proses dijalankan di atas jaringan global Google, sehingga tetap cepat dan stabil.
Namun, pendekatan ini sangat bergantung pada Chrome dan teknologi Google. Untuk organisasi yang menggunakan banyak aplikasi atau platform non-Google, ini bisa jadi keterbatasan.
5. Microsoft Entra ID – Keamanan Terintegrasi untuk Pengguna Microsoft
Microsoft Entra ID (dulu Azure Active Directory) adalah solusi identitas dan akses yang terhubung erat dengan ekosistem Microsoft. Jika Anda menggunakan Microsoft 365, OneDrive, atau Azure, Entra ID adalah pengaman bawaan yang bisa langsung diandalkan.
Entra ID mendukung otentikasi multifaktor, login tanpa kata sandi, dan pengaturan akses berbasis kondisi seperti lokasi, peran pengguna, dan kepatuhan perangkat. Cocok untuk perusahaan yang sudah berjalan di lingkungan Microsoft, baik di cloud maupun hybrid.
Namun, fitur-fitur canggih seperti MFA berbasis konteks hanya tersedia di versi premium. Selain itu, integrasi dengan platform di luar ekosistem Microsoft bisa terasa kurang mulus.
Baca juga : 10 Pilar Utama untuk Membangun Infrastruktur IT Profesional di Era 2025
6. Okta Identity Cloud – Fleksibel, Modular, dan Kaya Fitur
Okta adalah salah satu solusi identitas berbasis cloud paling populer, dengan pendekatan modular yang bisa disesuaikan kebutuhan. Ia mendukung berbagai bentuk autentikasi, termasuk login tanpa password dan MFA berbasis konteks, seperti penggunaan Touch ID atau Windows Hello.
Okta terkenal karena mudah digunakan, baik oleh admin IT maupun pengguna akhir. Platform ini juga mendukung SSO dengan alamat URL khusus, serta integrasi dengan SIEM dan berbagai aplikasi bisnis.
Kelemahannya, sistem harga yang berbasis modul bisa membuat biaya cepat membengkak jika Anda menambahkan banyak fitur. Selain itu, untuk kebutuhan teknis yang lebih dalam, seperti lingkungan pengembangan tingkat lanjut, Okta mungkin terasa kurang fleksibel dibanding solusi lain yang lebih teknis.
7. Zscaler Zero Trust Exchange – Akses Aman dari Mana Saja
Zscaler menggunakan jaringan global Point-of-Presence (PoP) untuk mengamankan lalu lintas internet dan akses ke aplikasi privat. Setiap permintaan akses dianalisis menggunakan konteks seperti lokasi pengguna, jenis perangkat, dan histori akses, lalu diverifikasi secara otomatis.
Zscaler juga memindai lalu lintas terenkripsi dan menggunakan pembelajaran mesin (ML) untuk mendeteksi ancaman yang tersembunyi. Sistem ini cocok untuk perusahaan dengan tim yang tersebar di banyak lokasi dan butuh kontrol ketat atas data dan aplikasi.
Namun, jika lokasi pengguna jauh dari salah satu PoP, bisa terjadi latensi. Selain itu, Zscaler tidak menawarkan versi trial gratis, sehingga pengujian awal mungkin terbatas.
Baca juga : 10 Keahlian Teknologi yang Wajib Dikuasai Profesional Keamanan Siber di 2024
8. BeyondTrust – Kontrol Akses Privilege yang Kuat dan Modular
BeyondTrust menawarkan berbagai alat untuk mengelola akses ke sistem penting, dari Remote Access hingga manajemen kata sandi dan credential. Setiap alat bisa dipilih sesuai kebutuhan, seperti Password Safe untuk menyimpan kredensial, atau Privileged Remote Access untuk akses tanpa VPN.
Keunggulannya, BeyondTrust mendukung integrasi dengan sistem autentikasi klasik seperti Active Directory, Kerberos, dan LDAP. Cocok untuk organisasi yang ingin memperketat akses ke sistem internal dan perangkat endpoint.
Tantangannya, semua fitur ditawarkan dalam produk terpisah. Artinya, pengguna harus menggabungkan beberapa alat agar sistem bekerja penuh. Proses integrasi ini bisa rumit dan mahal, terutama di awal implementasi.
9. Delinea – Solusi PAM untuk Lingkungan Klasik dan Hybrid
Delinea, yang dikenal lewat produk seperti Secret Server dan Privilege Manager, fokus pada manajemen akun pengguna dengan hak istimewa (privileged). Solusi ini bisa diterapkan di cloud maupun on-premise, dan sangat cocok untuk organisasi yang masih menggunakan sistem warisan seperti AD atau LDAP.
Delinea mendukung akses melalui RDP dan SSH, serta bisa digunakan untuk mengatur hak akses berdasarkan kebijakan yang berlaku. Sistem ini fleksibel untuk skenario hybrid, meski kurang optimal untuk infrastruktur modern seperti Kubernetes, Docker, atau cloud-native environments.
Beberapa fitur canggih, seperti automasi atau integrasi lanjutan, memerlukan konfigurasi lewat PowerShell atau pembelian modul tambahan. Ini bisa jadi hambatan bagi tim yang ingin setup cepat tanpa banyak penyesuaian teknis.
10. Perimeter 81 – Zero Trust Jaringan yang Siap Pakai
Perimeter 81 menyederhanakan penerapan Zero Trust lewat pendekatan Network as a Service (NaaS). Solusi ini dirancang agar tim remote dan hybrid bisa mengakses sumber daya dengan aman, tanpa harus membangun infrastruktur rumit.
Fitur seperti role-based access control (RBAC) dan dukungan agentless untuk aplikasi web membuat setup jadi cepat dan praktis. Semua kontrol jaringan bisa dikelola lewat satu dashboard, cocok untuk tim IT yang butuh visibilitas penuh.
Meski mudah digunakan, Perimeter 81 punya keterbatasan dalam kustomisasi untuk kebutuhan enterprise berskala besar. Selain itu, performa sangat bergantung pada kualitas koneksi internet.
11. NordLayer – Solusi Ringan untuk UKM dan Tim Terdistribusi
NordLayer adalah solusi turunan dari NordVPN yang menggabungkan keamanan VPN dengan prinsip Zero Trust. Dirancang khusus untuk UKM dan tim global, NordLayer menonjol karena mudah dipasang dan digunakan.
Fitur seperti MFA, SSO, dan kontrol akses berbasis cloud hadir secara default. Tampilan antarmukanya sederhana, cocok bagi organisasi yang ingin keamanan tinggi tanpa kerumitan teknis.
Namun, untuk organisasi besar atau dengan kebutuhan jaringan yang kompleks, NordLayer bisa terasa terbatas. Fitur-fitur premiumnya juga belum setara dengan penyedia Zero Trust kelas enterprise.
12. Cisco Duo – Akses Aman Berbasis Identitas dan Perangkat
Cisco Duo melindungi akses ke aplikasi dengan kombinasi autentikasi multifaktor, verifikasi perangkat, dan kebijakan adaptif. Sistem ini bisa menilai risiko dari setiap permintaan akses—apakah perangkat aman, apakah lokasi mencurigakan, dan sebagainya.
Duo mudah diintegrasikan, baik dengan produk Cisco maupun sistem lain. Fitur device trust dan pemantauan perangkat memastikan bahwa hanya perangkat yang sesuai kebijakan yang diizinkan masuk.
Kekurangannya, banyak fitur lanjutan hanya tersedia di paket berbayar tertinggi. Untuk organisasi besar, proses setup dan penyesuaian kebijakan mungkin memerlukan waktu dan tenaga tambahan.
13. Illumio – Cegah Pergerakan Penyerang dalam Jaringan
Illumio bukan sekadar pengaman akses, tapi juga penjaga internal jaringan. Fokusnya adalah micro-segmentation—memisahkan aplikasi dan server secara logis agar jika ada satu titik ditembus, serangan tidak bisa menyebar ke sistem lain.
Dengan Illumio, tim IT bisa memvisualisasikan lalu lintas aplikasi secara real-time dan membatasi koneksi antar sistem tanpa mengubah infrastruktur jaringan fisik. Cocok untuk perusahaan besar yang ingin meningkatkan keamanan internal tanpa membongkar jaringan yang sudah ada.
Namun, Illumio tidak mengelola identitas pengguna. Artinya, solusi ini lebih tepat digabungkan dengan platform IAM lain. Selain itu, implementasi awalnya bisa memakan waktu karena perlu pemetaan jaringan yang mendalam.
14. Cloudflare Zero Trust – Akses Tanpa VPN, Aman dan Cepat
Cloudflare Zero Trust memungkinkan pengguna mengakses aplikasi secara aman tanpa VPN. Solusi ini menggunakan identitas pengguna dan konteks (seperti lokasi atau perangkat) untuk menentukan apakah akses diizinkan.
Tanpa perlu instalasi software tambahan di sisi pengguna, Cloudflare bisa langsung dijalankan melalui browser. Sistem ini juga terintegrasi dengan layanan DNS Gateway dan WARP untuk memperkuat keamanan dari sisi jaringan.
Untuk mendapatkan fitur lengkap seperti kontrol granular dan log audit, pelanggan harus memilih paket berbayar. Selain itu, agar berjalan optimal, Anda harus mengintegrasikan solusi ini dengan penyedia identitas (IDP) eksternal seperti Okta atau Azure AD.
15. Akamai Enterprise Application Access – Keamanan Aplikasi dari Edge
Akamai menawarkan pendekatan Zero Trust dengan kekuatan jaringan edge global miliknya. Akses ke aplikasi dilakukan tanpa VPN, tapi tetap aman berkat proxy akses, autentikasi multifaktor (MFA), dan pelacakan aktivitas pengguna secara real-time.
Dengan lebih dari 4.000 titik edge di seluruh dunia, Akamai memastikan akses cepat dan aman, cocok untuk perusahaan multinasional dengan pengguna di berbagai negara. Sistem ini juga mendukung aplikasi on-prem dan cloud.
Namun, Akamai lebih ditujukan untuk skala enterprise. Biayanya premium, dan fitur-fiturnya mungkin terlalu kompleks atau berlebihan untuk UKM yang hanya butuh solusi sederhana.
Baca juga : Menerapkan Zero Trust Architecture untuk Keamanan Data Masa Depan
Kesimpulan
Zero Trust bukan sekadar istilah tren atau label marketing—ini adalah pendekatan keamanan yang benar-benar berbeda. Di era di mana serangan siber semakin canggih dan perimeter jaringan semakin kabur karena cloud dan kerja hybrid, sistem keamanan tradisional sudah tidak lagi cukup.
Solusi seperti StrongDM membuktikan bahwa Zero Trust bisa diterapkan secara nyata dan efisien. Dengan verifikasi berbasis konteks secara terus-menerus, kontrol akses granular, dan pengelolaan kebijakan yang otomatis dan transparan, StrongDM membantu organisasi menjaga keamanan tanpa memperlambat kerja tim.
FAQ Seputar Solusi Zero Trust 2025
- Apa bedanya Zero Trust dengan pendekatan keamanan tradisional seperti VPN atau firewall?
Pendekatan tradisional mengandalkan perimeter: jika seseorang sudah “masuk”, maka mereka dianggap aman. Dalam Zero Trust, tidak ada entitas yang dipercaya begitu saja—setiap permintaan akses divalidasi berdasarkan identitas, perangkat, lokasi, dan konteks lainnya. Ini memberikan lapisan keamanan yang jauh lebih kuat terhadap insider threat dan serangan lateral.
- Apakah Zero Trust hanya cocok untuk perusahaan besar?
Tidak. Banyak solusi Zero Trust kini sudah dirancang agar terjangkau dan mudah diimplementasikan oleh UKM. Misalnya, NordLayer dan Cloudflare Zero Trust menawarkan antarmuka sederhana, setup cepat, serta model langganan yang fleksibel—ideal untuk tim kecil dan bisnis yang sedang bertumbuh.
- Apakah perlu mengganti seluruh infrastruktur IT untuk menerapkan Zero Trust?
Tidak perlu. Solusi seperti Cisco Duo atau StrongDM bisa langsung diintegrasikan ke sistem yang sudah ada, seperti Microsoft 365, Active Directory, VPN, dan cloud service lain. Anda bisa mulai dari manajemen identitas, lalu berkembang ke aplikasi, perangkat, dan jaringan secara bertahap.
- Bagaimana langkah awal untuk menerapkan Zero Trust?
Langkah paling logis adalah mulai dari pengamanan identitas pengguna dan kontrol akses. Pastikan hanya pengguna yang tepat dengan perangkat yang aman yang bisa mengakses sistem Anda. Dari situ, perluas ke pengawasan aktivitas, segmentasi jaringan, dan perlindungan aplikasi.
- Apakah ada solusi Zero Trust gratis?
Sebagian besar penyedia menawarkan masa uji coba gratis—misalnya, StrongDM, Twingate, dan Cisco Duo memberikan trial 14–30 hari. Ini memberi kesempatan bagi tim IT untuk mencoba langsung fitur-fitur Zero Trust sebelum berkomitmen ke lisensi berbayar.
