Proxsis Infra & Security menyelenggarakan webinar bertajuk Hack The Right Way: Ethical Hacking Techniques to Strengthen Cybersecurity pada Selasa, 24 Maret 2025. Acara ini digelar secara daring melalui Zoom mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.
Webinar terwujud dari kolaborasi Proxsis IT GRC, Biztech Academy, dan Proxsis Infra.
Webinar kali ini bertujuan memperkenalkan konsep ethical hacking dan teknik-teknik hacking yang digunakan secara etis untuk meningkatkan postur keamanan siber organisasi.
Peserta diajak memahami metode dan framework yang dipakai dalam ethical hacking serta cara menguji dan memperkuat sistem pertahanan informasi.
Selain aspek teknis, sesi ini juga membahas framework keamanan informasi yang relevan, seperti ISO/IEC 27001:2022 dan berbagai standar internasional lainnya. Melalui materi dan diskusi, peserta memperoleh gambaran lengkap tentang pengendalian keamanan berbasis risiko di tingkat organisasi, personil, fisik, dan teknologi.
Narasumber utama adalah Nazar Firman Pratama, M.Kom, IT Trainer, Konsultan, dan Certified Ethical Hacker. Nazar memiliki keahlian di bidang Network Defense & Offense, Penetration Testing, DevOps, ISO 27001, Risk Management, Security Analysis, Forensics, serta berbagai sertifikasi profesional seperti CEH, CHFI, dan CCNA.
Topik pembahasan webinar meliputi prinsip dan batasan ethical hacking, teknik serta metode pengujian keamanan, metodologi dan tools yang digunakan, hingga jalur karier untuk menjadi ethical hacker mulai dari tingkat fundamental hingga advanced. Studi kasus dan sesi diskusi interaktif turut memperkaya pemahaman peserta.
Peserta yang mengikuti webinar berhak mendapatkan materi eksklusif, e-sertifikat partisipasi, serta berpotensi memperoleh akses ke sesi lanjutan atau pelatihan mendalam tentang ethical hacking.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan praktis mengenai ethical hacking, mendorong pendekatan proaktif dalam pengujian dan pertahanan sistem informasi, serta menyediakan jalur pembelajaran bagi individu yang ingin berkarier sebagai ethical hacker profesional.
Baca juga : Bagaimana Penetration Testing Bisa Menyelamatkan Data Sensitif Pemerintah?
